Kepedulian terhadap penyandang disabilitas netra menginspirasi pelajar Salemba untuk merancang sebuah tongkat bantu jalan pintar yang dilengkapi dengan sensor jarak canggih. Alat inovatif ini dirancang khusus untuk mempermudah mobilitas para tunanetra saat berjalan di area publik yang penuh dengan berbagai hambatan fisik. Dengan memanfaatkan teknologi sensor ultrasonik, tongkat ini mampu mendeteksi keberadaan objek atau lubang di depan pengguna dan memberikan peringatan berupa getaran serta sinyal suara secara otomatis.
Rancangan tongkat jalan buatan pelajar Salemba ini dibuat dengan material yang sangat ringan namun tetap kokoh sehingga nyaman digunakan untuk beraktivitas sehari-hari. Sensor pintar yang terpasang pada bagian bawah dan tengah tongkat dapat memindai rintangan hingga jarak dua meter di depan pengguna secara akurat. Kehadiran teknologi ramah pengguna ini memberikan rasa aman yang lebih tinggi bagi para penyandang disabilitas netra ketika harus berjalan di trotoar maupun di dalam area gedung umum.
Uji coba penggunaan alat bantu yang dilakukan oleh pelajar Salemba bersama komunitas tunanetra setempat menunjukkan hasil respon yang sangat memuaskan dan responsif. Para pengguna mengaku sangat terbantu karena dapat menghindari rintangan seperti tiang listrik, pot bunga, maupun tangga turun secara lebih mudah tanpa harus menabraknya terlebih dahulu. Masukan dan saran dari para penyandang disabilitas terus ditampung oleh tim pengembang untuk melakukan penyempurnaan pada ketahanan baterai serta akurasi sensor alat tersebut.
Inovasi sosial berlandaskan empati ini mendapat perhatian positif dari berbagai pihak, termasuk lembaga donor dan akademisi dari perguruan tinggi ternama. Pengembangan alat bantu berbasis sensor pintar ini diharapkan dapat diproduksi dalam jumlah yang lebih banyak agar bisa dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan. Pihak sekolah merasa sangat bangga atas pencapaian para murid yang mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan teknik komputer untuk memecahkan masalah kemanusiaan di dunia nyata.
Semangat untuk terus menciptakan teknologi yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat luas harus terus dipupuk di dalam jiwa generasi muda. Keberhasilan pembuatan tongkat jalan pintar ini membuktikan bahwa batasan usia bukan menjadi penghalang untuk melahirkan karya-karya teknologi yang berdampak luas. Semoga inovasi ini dapat terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak pelajar untuk peduli terhadap sesama melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.
