Kabar duka dan mengkhawatirkan datang dari Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Empat orang siswa tersambar petir saat berada di lingkungan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Bumiayu pada Kamis siang, 10 April 2025, sekitar pukul 11.30 WIB. Insiden tragis ini terjadi saat hujan deras disertai petir melanda wilayah tersebut. Kondisi keempat siswa tersambar petir dilaporkan memprihatinkan dan tengah mendapatkan penanganan intensif di rumah sakit terdekat.
Informasi awal mengenai siswa tersambar petir ini dengan cepat menyebar di kalangan siswa, guru, dan masyarakat sekitar. Menurut keterangan saksi mata, saat kejadian, keempat siswa tersebut sedang berada di lapangan sekolah usai jam pelajaran olahraga. Tiba-tiba, petir menyambar dengan keras dan mengenai keempat siswa tersebut. Suara gemuruh petir yang kuat membuat panik seluruh penghuni sekolah.
Kepala Sekolah SMPN 2 Bumiayu, Bapak Agus Susanto, S.Pd., saat dikonfirmasi membenarkan kejadian nahas yang menimpa empat siswanya. “Kami sangat terpukul dan berduka atas kejadian ini. Saat hujan deras disertai petir, keempat siswa kami sedang berada di luar ruangan. Petugas sekolah dan guru yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan pertama dan melarikan para siswa tersambar ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bumiayu untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar Bapak Agus dengan nada sedih.
Petugas dari Polsek Bumiayu, IPTU Heri Purnomo, S.H., yang tiba di lokasi kejadian setelah menerima laporan, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. “Kami telah mendatangi lokasi dan melakukan penyelidikan awal. Saat kejadian, kondisi cuaca memang sedang buruk dengan hujan deras disertai petir. Kami masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai kondisi terkini para siswa tersambar dari pihak rumah sakit,” jelas IPTU Heri Purnomo.
Hingga berita ini diturunkan pada Kamis sore, 10 April 2025, kondisi keempat siswa tersambar petir masih dalam penanganan intensif tim medis RSUD Bumiayu. Pihak rumah sakit belum memberikan keterangan resmi mengenai kondisi detail para korban. Namun, informasi yang beredar menyebutkan bahwa beberapa siswa mengalami luka bakar serius akibat sambaran petir.
Kejadian tragis ini menjadi pengingat akan bahaya petir, terutama saat berada di ruang terbuka saat cuaca buruk. Pihak sekolah dan orang tua diimbau untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai langkah-langkah keselamatan saat terjadi hujan deras disertai petir, seperti mencari tempat berlindung di dalam ruangan yang aman dan menghindari area terbuka serta benda-benda yang berpotensi menghantarkan listrik. Informasi mengenai keselamatan saat terjadi petir dapat diakses melalui website Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Semoga para siswa yang menjadi korban segera mendapatkan penanganan terbaik dan lekas pulih.
